Bawaslu Tual Gelar "Ngabuburit Pengawasan": Perkuat Sinergi Demokrasi dan Spirit Ramadan
|
TUAL – Memanfaatkan momentum keberkahan bulan suci Ramadan 1447 H, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tual menggelar kegiatan inovatif bertajuk "Ngabuburit Pengawasan". Acara ini berlangsung khidmat di Masjid Raya Baitul Makmur Ohoitahit, Kota Tual, pada Kamis (12/03/2026).
Dengan mengusung tema "Membangun Sinergi Demokrasi dan Spirit Ramadan Menuju Pemilu 2029", kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan nilai-nilai spiritual ibadah puasa dengan integritas dalam mengawal proses demokrasi di masa depan.
Ketua Bawaslu Kota Tual, Moh. S.S.Rahayaan, SE.M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa kejujuran adalah napas utama dalam berpuasa maupun dalam mengawasi pemilu. Melalui "Ngabuburit Pengawasan", Bawaslu ingin memastikan bahwa semangat kelembagaan tidak kendor pasca-pemilu sebelumnya, melainkan semakin kokoh menyongsong perhelatan besar di tahun 2029.
"Ramadan mengajarkan kita tentang kesabaran dan kejujuran. Dua nilai inilah yang menjadi fondasi utama bagi kami di Bawaslu Tual untuk terus menjaga mandat rakyat dan memastikan kualitas demokrasi kita tetap terjaga," ungkapnya di hadapan para peserta.
Selain menjadi ajang silaturahmi (bukber), kegiatan ini mencakup beberapa poin penguatan strategis:
- Penguatan Internal: Mengasah kembali komitmen staf dan pimpinan dalam menjalankan fungsi pengawasan partisipatif.
- Sinergi Masyarakat: Melibatkan tokoh agama dan jamaah Masjid Raya Baitul Makmur untuk ikut aktif mengawasi lingkungan sekitar dari praktik politik yang tidak sehat.
- Edukasi Dini: Menanamkan kesadaran politik kepada masyarakat Kota Tual bahwa persiapan Pemilu 2029 dimulai dari kedisiplinan menjaga aturan sejak dini.
Kegiatan yang diikuti oleh jajaran Bawaslu, tokoh masyarakat, dan pemuda setempat ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem demokrasi yang lebih religius dan beretika. Suasana Masjid Raya Baitul Makmur yang tenang memberikan ruang diskusi yang lebih mendalam mengenai tantangan pengawasan ke depan.
Sembari menunggu waktu berbuka puasa, diskusi mengalir hangat, membuktikan bahwa politik dan nilai-nilai keagamaan dapat berjalan beriringan dalam bingkai pengawasan yang santun.